Become A Donor

Become A Donor
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Contact Info

684 West College St. Sun City, United States America, 064781.

(+55) 654 - 545 - 1235

info@zegen.com

Latest Posts

Anugerah-Nya Tidak Pernah Melihat Siapa Kita”: Pelajaran dari Hizkia, Manasye, dan Mujizat Nyata di Ulang Tahun Adik Maher

MANADO, YHSNews — Ada momen-momen dalam hidup yang tidak bisa dijelaskan dengan logika biasa. Dan Kamis sore, 19 Maret 2026, salah satu momen seperti itu kembali dikenang dengan penuh air mata syukur di kediaman Keluarga Jacob-Dondokambey — tuan rumah dari pertemuan ibadah Family Blessing Zona 6 Gereja YHS Lembah Pujian Manado.

Mulai pukul 17.00 hingga 19.00 WITA, dua puluh delapan orang berkumpul dalam suasana yang hangat dan penuh sukacita — menyaksikan, memuji, dan bersyukur atas sebuah kehidupan kecil yang hari itu genap berusia tujuh tahun: Adik Maher.


Tujuh Tahun yang Dimulai dari Keajaiban

Di balik senyum ceria seorang anak berusia tujuh tahun, tersimpan sebuah kisah yang membuat siapapun yang mendengarnya berhenti sejenak dan mengakui bahwa ada kuasa yang jauh melampaui kemampuan medis.

Keluarga Jacob-Dondokambey malam itu dengan penuh keberanian dan rasa syukur membagikan kesaksian yang selama ini menjadi fondasi iman mereka — bahwa Adik Maher pernah dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah dilahirkan. Dunia keluarga ini sempat runtuh dalam sekejap. Namun yang terjadi selanjutnya adalah sesuatu yang tidak bisa mereka jelaskan dengan kata-kata biasa.

Tuhan Yesus menghidupkannya kembali.

Tiba-tiba, nafas itu ada. Tangisan itu terdengar. Dan seorang bayi yang tadinya dinyatakan tidak bernyawa, kini hadir di tengah keluarga mereka — tumbuh, tertawa, dan hari itu merayakan hari ulang tahunnya yang ketujuh bersama dua puluh delapan orang yang mengasihinya.

Ketika dokter berkata tidak ada harapan, Tuhan Yesus membuka babak yang sama sekali berbeda. Maher adalah bukti hidup bahwa tidak ada keputusan yang lebih final dari keputusan Tuhan Yesus.


Pujian yang Membuka Langit Malam Itu

Sebelum firman disampaikan, suasana ibadah dibangun terlebih dahulu melalui puji-pujian dan penyembahan yang dipimpin oleh Ibu Mega sebagai worship leader, dengan iringan musik dari Bpk. Arthur. Melodi demi melodi mengalun mengisi sudut-sudut ruangan — membawa seluruh yang hadir masuk ke dalam atmosfer yang penuh kehadiran Tuhan Yesus, mempersiapkan hati untuk menerima firman yang akan segera disampaikan.


Hizkia dan Manasye: Dua Karakter, Satu Kasih Karunia yang Sama

Firman Tuhan malam itu dibawakan langsung oleh Gembala YHS Lembah Pujian Manado, Ps. Irwan Hasan — yang mengambil dua tokoh Alkitab yang sangat kontras namun menyimpan pelajaran iman yang luar biasa dalam dan relevan.

Raja Hizkia — Doa yang Mengundang Mujizat

Hizkia adalah raja yang dikenal setia dan tekun berdoa. Ketika ia divonis akan meninggal, ia tidak menyerah begitu saja. Ia berbalik menghadap tembok, menangis, dan berseru kepada Tuhan. Responsnya? Umurnya diperpanjang lima belas tahun. Sebuah mujizat yang lahir dari doa yang sungguh-sungguh dan iman yang tidak berhenti di tengah jalan.

Raja Manasye — Hidup Sesuka Hati, Namun Tetap Dijawab

Di sisi yang berlawanan, ada Manasye — raja yang hidupnya jauh dari kehendak Tuhan. Ia melakukan banyak hal yang melukai hati Tuhan selama bertahun-tahun. Namun ketika ia akhirnya berseru dalam pertobatan, Tuhan Yesus tetap menjawab doanya. Bukan karena Manasye layak, tetapi karena kasih karunia Tuhan Yesus tidak pernah diukur dari siapa kita atau seperti apa masa lalu kita.

Dua raja. Dua perjalanan hidup yang sangat berbeda. Namun satu Tuhan yang sama — yang menjawab doa keduanya.


Dari Hizkia dan Manasye ke Yesus Kristus

Ps. Irwan Hasan tidak berhenti di sana. Dengan hikmat yang mengalir, beliau menyambungkan kedua karakter raja tersebut kepada Yesus Kristus — yang di dalam diri-Nya, kasih karunia Tuhan tidak lagi bersyarat. Bahwa di dalam Tuhan Yesus, baik mereka yang seperti Hizkia maupun mereka yang seperti Manasye, sama-sama memiliki akses kepada kasih yang tidak pernah habis dan anugerah yang tidak mengenal batas.

Pesan malam itu sederhana namun dalam: Tuhan Yesus tidak melihat siapa kamu kemarin untuk menentukan apa yang akan Ia lakukan bagimu hari ini.

Dan kesaksian Adik Maher yang hadir malam itu — tujuh tahun yang penuh keajaiban — adalah ilustrasi hidup yang paling nyata dari kebenaran tersebut.


28 Orang, Satu Sukacita yang Meluap

Dua puluh delapan orang yang hadir malam itu pulang dengan membawa sesuatu yang berbeda di dalam hati mereka. Bukan hanya kenangan indah dari sebuah perayaan ulang tahun anak — tetapi iman yang diperbarui, pengingat bahwa Tuhan Yesus yang sama yang memberi nafas kehidupan kepada Adik Maher tujuh tahun lalu, masih terus bekerja dalam kehidupan setiap orang yang hadir malam itu.


Selamat Ulang Tahun, Adik Maher! 🎂🙏

Seluruh keluarga besar Gereja YHS Lembah Pujian Manado dengan penuh sukacita merayakan ulang tahun ketujuh Adik Maher. Tujuh tahun yang dimulai dari sebuah keajaiban — dan kiranya setiap tahun yang akan datang terus diwarnai dengan kasih, perlindungan, dan rencana indah Tuhan Yesus yang sudah disiapkan jauh sebelum Adik Maher bahkan menghirup nafas pertamanya.

Kepada Keluarga Jacob-Dondokambey — terima kasih telah berbagi kesaksian yang begitu berharga. Iman kalian adalah berkat bagi banyak orang.

Tuhan Yesus terus menjaga dan memberkati Adik Maher serta seluruh keluarga! 💛🎉


Diliput oleh Tim Redaksi YHS Lembah Pujian Manado 📍 Kediaman Keluarga Jacob-Dondokambey | 📅 Kamis, 19 Maret 2026


#YHSLembahPujianManado #FamilyBlessingZona6 #KesaksianHidup #MujizatNyata #AdikMaher #PsIrwanHasan #HizkiadanManasye #TuhanYesusBerkuasa #ZonaSix

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked