Become A Donor

Become A Donor
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Contact Info

684 West College St. Sun City, United States America, 064781.

(+55) 654 - 545 - 1235

info@zegen.com

Latest Posts

Seperti Jemaat Mula-Mula: Zona 6 Hidupkan Semangat Gotong Royong dalam Ibadah Mingguan di Sawangan

MANADO, YHSNews — Ada yang berbeda dari ibadah mingguan Zona 6 Gereja YHS Lembah Pujian Manado pada Selasa, 21 April 2026. Malam itu, empat belas orang berkumpul di kediaman Ibu Otje Wangania, Sawangan — bukan hanya membawa hati yang siap untuk beribadah, tetapi masing-masing juga membawa sesuatu dari rumah untuk dinikmati bersama.

Mulai pukul 19.00 WITA hingga selesai, malam itu menorehkan sesuatu yang jauh lebih dalam dari sekadar pertemuan ibadah rutin biasa.


Ide Sederhana yang Mengubah Suasana

Selama ini, konsumsi dalam ibadah zona menjadi tanggung jawab tuan rumah — sebuah kebiasaan yang lumrah namun tanpa disadari menempatkan satu pihak pada posisi yang terus menanggung segalanya. Malam ini, Zona 6 membalik kebiasaan tersebut dengan satu konsep yang segar: konsumsi dibawa secara gotong royong oleh setiap anggota yang hadir.

Tidak ada satu orang yang menanggung semuanya. Tidak ada satu keluarga yang kelelahan mempersiapkan hidangan sendirian. Sebaliknya, setiap orang datang sebagai pembawa berkat — dan di atas meja malam itu, berkat-berkat kecil dari empat belas tangan yang berbeda tersaji menjadi satu hidangan yang jauh lebih kaya dan bermakna.


Kembali ke Akar yang Paling Mendasar

Konsep ini bukan lahir tiba-tiba. Ia berakar dari sebuah visi yang selama ini dibinakan oleh Ketua Life Departemen, Ps. Adrian — bahwa komunitas Zona 6 perlu kembali kepada pola hidup jemaat mula-mula yang dicatat dalam kitab suci.

Di zaman itu, para jemaat tidak menunggu untuk dilayani. Mereka datang untuk melayani — membawa apa yang mereka miliki, berbagi dengan siapapun yang membutuhkan, dan menikmati kebersamaan yang lahir dari ketulusan memberi. Tidak ada yang merasa lebih tinggi. Tidak ada yang merasa lebih rendah. Semua duduk di meja yang sama, menikmati berkat yang datang dari tangan masing-masing.


Malam yang Dipenuhi Sharing dan Kesaksian

Yang membuat malam itu semakin hidup dan bermakna adalah suasana sharing yang mengalir. yang ada adalah saling menguatkan.

Ps. Adrian memimpin sharing — bukan sebagai pembicara yang berdiri di atas mimbar, tetapi sebagai seorang saudara yang duduk di tengah-tengah dan berbagi dari pengalaman serta pergumulan iman yang nyata. Setiap poin yang ia bagikan mengajak seluruh yang hadir untuk merefleksikan kembali bagaimana mereka menjalani peran masing-masing dalam komunitas — apakah sebagai orang yang terus memberi atau yang hanya menunggu untuk menerima.

Salah satu momen yang paling menyentuh malam itu datang dari Oma Ike — yang berbagi kesaksian hidupnya. Setiap kata yang keluar dari mulut Oma Ike bukan sekadar cerita — melainkan bukti hidup dari berbagai musim kehidupan. Kesaksian beliau membuat suasana malam itu semakin dalam dan personal

Satu per satu, anggota yang hadir pun turut membuka diri — berbagi pengalaman, pergumulan, dan syukur yang selama ini mungkin belum sempat terucapkan. Malam itu, ruang tamu Ibu Otje Wangania berubah menjadi ruang yang aman — di mana tidak ada yang dihakimi, semua didengarkan, dan setiap kesaksian disambut dengan doa bersama.

Di sinilah gereja paling terasa hidup — bukan saat satu orang berbicara kepada banyak orang, tetapi saat semua orang saling berbicara, saling mendengar, dan saling menguatkan.


Melayani, Bukan untuk Dilayani

Di tengah sharing yang mengalir, Ps. Adrian kembali menegaskan satu nilai yang menjadi inti dari malam itu:

“Jemaat mula-mula saling melayani — bukan menunggu untuk dilayani. Itulah DNA komunitas iman yang sesungguhnya.”

Pesan itu bukan hanya relevan untuk soal konsumsi gotong royong malam itu. Ia berbicara jauh lebih dalam — tentang bagaimana setiap anggota Zona 6 dipanggil untuk aktif berkontribusi dalam komunitas mereka, hadir bukan sebagai penonton tetapi sebagai peserta yang membawa nilai nyata bagi sesama.


Empat Belas Orang yang Pulang dengan Hati Penuh

Empat belas orang yang duduk bersama malam itu mungkin tidak menyadari betapa berharganya momen yang mereka ciptakan. Mereka datang membawa makanan dari rumah masing-masing — dan pulang membawa sesuatu yang jauh lebih berharga: iman yang diperbarui, hati yang dikuatkan, dan semangat untuk terus saling melayani.

Kediaman Ibu Otje Wangania malam itu menjadi saksi bahwa komunitas yang paling kuat bukan yang paling besar jumlahnya — melainkan yang paling tulus dalam saling memperhatikan dan saling menanggung beban bersama.


Terima Kasih, Zona 6 dan Oma Ike! 🙏💛

Apresiasi yang tulus kepada Ibu Otje Wangania yang telah membuka rumahnya dengan penuh keramahan. Kepada Ps. Adrian yang terus dengan sabar membina dan mengarahkan Zona 6 untuk bertumbuh ke arah yang benar. Dan secara khusus kepada Oma Ike — terima kasih atas kesaksian yang begitu tulus dan menginspirasi. Setiap kata yang Oma bagikan malam itu adalah berkat yang nyata bagi seluruh yang hadir.

Kepada seluruh 14 anggota Zona 6 — teruslah memilih untuk menjadi pembawa berkat, bukan penunggu berkat. Karena itulah panggilan yang paling indah dari seorang anggota komunitas iman.

Tuhan Yesus memberkati Zona 6 dan setiap langkah pelayanan yang terus bergerak dengan penuh kasih! 💛🔥


Diliput oleh Tim Redaksi YHS Lembah Pujian Manado 📍 Kediaman Ibu Otje Wangania, Sawangan | 📅 Selasa, 21 April 2026


#YHSLembahPujianManado #FamilyBlessingZona6 #IbadahMingguan #GotongRoyong #JemaatMulaMula #Sawangan #PsAdrian #OmaIke #LifeDepartemen #SharingdanKesaksian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked