Become A Donor

Become A Donor
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Contact Info

684 West College St. Sun City, United States America, 064781.

(+55) 654 - 545 - 1235

info@zegen.com

Latest Posts

Yesus ada di dekat “pintu gerbang” hidup Anda by Irwan Hasan

Watch Now

Download

Yesus ada di dekat “pintu gerbang” hidup Anda by Irwan Hasan

‎Lukas 7:12-14

​(12) Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
​(13) Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
​(14) Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai muda-mudi, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”

‎​Makna dan Pengertian dalam Ayat Ini:

‎​1. Kondisi yang Sangat Tragis
‎Lukas menekankan bahwa anak yang mati itu adalah anak tunggal dan ibunya adalah seorang janda. Dia masa lalu dia kehilangan suaminya dan dia harus kehilangan masa depan karna anaknya meninggal dunia. Di zaman itu, seorang janda yang kehilangan anak laki-laki tunggalnya tidak hanya kehilangan orang yang dicintai, tetapi juga kehilangan sandaran, perlindungan , harapan , ketersediaan , perlindungan hukum, jaminan ekonomi, dan harapan masa depan. Bahkan dia merasa semua benar-benar hilang. Ia benar-benar sebatang kara dan hancur.
‎​2. Inisiatif Kasih Yesus
‎Perhatikan bahwa dalam kisah ini, sang janda tidak meminta bantuan. Ia terlalu tenggelam dalam duka untuk bisa berkata-kata. Namun, Yesuslah yang pertama kali melihat dan menghampiri. Ini mengajarkan bahwa Tuhan seringkali bekerja dalam hidup kita bahkan sebelum kita sempat meminta, karena Ia tahu penderitaan kita.
‎​3. “Tergeraklah Hati-Nya oleh Belas Kasihan”
‎Kata Yunani yang digunakan untuk “belas kasihan” (splagchnizomai) menggambarkan rasa sakit yang mendalam di bagian dalam tubuh (seperti usus yang melilit). Yesus tidak sekadar merasa kasihan secara formal; Ia merasakan kepedihan janda itu di dalam hati-Nya sendiri.
‎​4. “Jangan Menangis!”
‎Kalimat ini bukan larangan yang kasar. Di mulut Yesus, kata ini adalah sebuah janji. Ia melarangnya menangis bukan karena menangis itu salah, tetapi karena Yesus tahu bahwa Alasan wanita itu menangis akan segera Ia ubah menjadi sukacita melalui mukjizat kebangkitan.
‎Hingga di ayat 14 Tuhan membangkitkan anaknya yang telah mati itu hingga tangisan kesedihan berubah menjad tawa suka cita.

‎​Hubungan dengan Kita Saat Ini:

‎​Jika Anda merasa seperti janda di Nain ini—berada di titik terendah, kehilangan harapan, atau merasa masa depan sudah mati—ingatlah bahwa Yesus ada di dekat “pintu gerbang” hidup Anda. Ia melihat air mata yang tak terucapkan, dan Ia memiliki kuasa untuk “membangkitkan kembali apa yang telah mati dalam hidup Anda.”
Tuhan memberkati kita semua