Become A Donor

Become A Donor
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Contact Info

684 West College St. Sun City, United States America, 064781.

(+55) 654 - 545 - 1235

info@zegen.com

Latest Posts

Kisah sang pembunuh yang dipulihkan “Christal Tenda”,

Oleh: Christal Tenda

Dunia mungkin mengenal saya sebagai sosok yang “habis”. Lahir di lingkungan keras dengan luka broken home, hidup saya sempat menjadi lembaran hitam yang penuh dengan kekelaman. Tiga kali mencicipi dinginnya sel penjara, menjadi buronan di Jakarta, hingga terperosok dalam lembah narkoba dan kasus pembunuhan. Hidup saya saat itu hanyalah tentang pelarian dan kegelapan.

Ketika Tuhan “Menjawab” dengan Cara yang Berbeda

Di dalam penjara, saya mencoba mencari Tuhan dengan cara saya: berpuasa meminta keringanan hukuman. Namun, Tuhan menjawab dengan rencana-Nya yang berdaulat. Saya divonis 12 tahun penjara. Di tengah masa sulit itu, duka kembali menghantam—ibu dari anak pertama saya meninggal dunia, dan saya tidak diizinkan melayat.

Hati saya hancur dan memberontak. Namun kini saya sadar, itulah cara Tuhan mematahkan kesombongan saya untuk membentuk mental saya seutuhnya di atas “meja kerja-Nya”.

Meninggalkan Senjata, Mengandalkan Perlindungan-Nya

Keluar dari penjara tidak langsung membuat hidup saya tenang. Ketakutan dan rasa was-was menghantui setiap langkah, hingga saya merasa wajib membawa pisau ke mana pun saya pergi. Saya masih mengandalkan kekuatan sendiri untuk bertahan hidup.

Namun, kasih Tuhan mulai bekerja secara perlahan namun pasti. Dia membuka pintu pekerjaan, memulihkan karir saya, hingga seorang mantan narapidana seperti saya bisa dipercayakan menjadi Supervisor (SPV) di Perumda Pasar. Itu bukan karena kehebatan saya, melainkan rancangan-Nya yang bertahap untuk membawa saya pulang.

Roh Kudus yang Melunakkan Hati yang Keras

Awalnya, hati saya masih sekeras batu saat diajak beribadah di YHS. Namun, hadirat Tuhan di gereja ini luar biasa. Melalui bimbingan Roh Kudus, saya dan calon istri memutuskan untuk memberi diri dibaptis. Saat itulah, beban berat dan rasa dihantui ketakutan hilang seketika. Saya tidak perlu lagi membawa pisau untuk menjaga diri, karena saya tahu saya berada dalam lindungan Tuhan yang hidup.


Poin Pembelajaran bagi Jemaat: Hikmah dari Lembah Kekelaman

Melalui perjalanan hidup saya, ada beberapa kebenaran yang ingin saya bagikan agar kita tetap teguh dalam iman:

  • Penebusan Kristus Tanpa Batas: Sejahat apa pun masa lalu kita, pengorbanan Yesus di kayu salib sanggup menebus semuanya. Jika kita datang dengan penyesalan sungguh-sungguh, pintu ampunan-Nya selalu terbuka.

  • Kedaulatan Tuhan dalam Proses: Terkadang Tuhan menjawab doa kita bukan dengan “kemudahan”, melainkan dengan “proses” yang berat untuk memurnikan karakter dan mental kita.

  • Keamanan Sejati Hanya di dalam Tuhan: Mengandalkan kekuatan sendiri (seperti membawa senjata) hanya membuahkan kecemasan. Ketenangan sejati baru muncul saat kita menyerahkan perlindungan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan.

  • Kasih sebagai Jangkar Kehidupan: Sesuai 1 Korintus 13:4, saat amarah atau godaan dosa muncul, biarlah Kasih yang sabar dan murah hati menjadi pengingat bagi kita untuk tetap berjalan di jalur-Nya.


Penutup: Menjadi Ciptaan Baru

Sekarang, saya bukan lagi “Cristal yang dulu”. Saya adalah Cristal yang baru, yang hidup dalam topangan tangan Tuhan Yesus. Hati saya terasa plong dan lega karena dosa-dosa saya telah ditebus. Saya tidak lagi melihat ke belakang dengan penyesalan, melainkan melihat ke depan dengan harapan karena saya telah menjadi ciptaan yang baru di dalam Dia.

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)

Puji Tuhan, Amin!

Kisah sang pembunuh yang dipulihkan “Christal Tenda”,

Christal Tenda