Become A Donor

Become A Donor
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Contact Info

684 West College St. Sun City, United States America, 064781.

(+55) 654 - 545 - 1235

info@zegen.com

Latest Posts

THE ROAD BACK: Ketika Hidupmu Terasa Seperti Cicilan yang Tak Pernah Lunas

Watch Now

Download

THE ROAD BACK: Ketika Hidupmu Terasa Seperti Cicilan yang Tak Pernah Lunas

Ringkasan Khotbah | Ps. Irwan Hasan | 8 Maret 2026 Gereja YHS Lembah Pujian Manado


Coba jujur sebentar.

HP-mu cicilan. Motor atau mobilmu cicilan. Mungkin bahkan kursi yang kamu duduki hari ini pun masih berstatus utang. Dan yang paling mengejutkan — tanpa sadar, hidup kita pun terasa begitu.

Inilah pesan yang dibawa Ps. Irwan Hasan dalam khotbah berjudul “The Road Back” — sebuah undangan untuk pulang, kembali ke tempat yang seharusnya menjadi pusat hidup kita.


Capek, Stres, dan Burnout — Bukan Cuma Soal Kurang Tidur

Banyak orang hari ini hidup dalam tekanan yang tidak sederhana. Tiap akhir bulan terasa seperti dikejar. Notifikasi masuk, reminder pembayaran, angka-angka kecil yang bikin dada sesak. Pekerjaan bukan lagi soal panggilan — kerja cuma supaya bisa bernafas bulan depan.

Ps. Irwan menegaskan: ada lelah yang jauh lebih dalam dari sekadar kurang tidur. Dan itu bukan semata-mata soal financial planning.

“Ini bukan cuma soal cicilan barang. Ini soal sistem hidup.”

Kita tumbuh dalam dunia yang mengajarkan: nikmati sekarang, urusan bayar belakangan. Image dulu, stabil belakangan. Lifestyle dulu, tenang belakangan. Dan lama-lama, tanpa sadar, kita tidak cuma punya cicilan barang — kita punya cicilan harga diri.


Cicilan Harga Diri — Pola yang Sudah Lama Diperingatkan Alkitab

Firman Tuhan dalam Markus 8:36–37 mengingatkan dengan sangat tajam:

“Sebab apakah untungnya, jika orang mendapatkan seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?”

Alkitab sudah jauh lebih dulu memperingatkan pola ini. Daud mencari rasa aman dari jumlah pasukannya. Yusuf memamerkan jubah istimewanya kepada saudara-saudaranya. Petrus sesumbar kesetiaan, lalu menghunus pedang untuk membuktikan dirinya.

Kita pun tidak jauh berbeda. Kita ingin terlihat berhasil. Ingin dianggap “jadi orang”. Ingin punya cerita sukses yang layak dipajang. Dan untuk itu, kita bayar dengan overwork, kecemasan, dan rasa takut gagal yang terus menghantui.

Ps. Irwan menyebutnya sebagai “cicilan identitas” — kita bekerja supaya diterima, melayani supaya dilihat serius, aktif supaya tidak dianggap tertinggal.


Tuhan Yesus Tidak Mengajakmu Berlari — Dia Mengundangmu Tinggal

Di tengah semua hiruk-pikuk itu, ada satu ayat yang terngiang dalam khotbah ini:

Yohanes 15:4“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu…”

Tuhan Yesus tidak berbicara soal mengejar hasil. Dia berbicara soal tinggal. Dan ini adalah perbedaan yang sangat besar.

Ps. Irwan berkata: “Saya jarang dengar anak muda burnout karena kebanyakan tinggal. Kita lelah karena merasa harus terus membuktikan diri.”

Kisah anak bungsu dalam Lukas 15 menggambarkan ini dengan sangat indah — seseorang yang pergi jauh, menghabiskan segalanya, lalu menemukan bahwa jalan pulang selalu terbuka. The Road Back — jalan kembali — selalu ada.


Kabar Baik: Tuhan Yesus Sudah Membayar Lunas

Inilah inti dari Injil yang sejati. Tuhan Yesus tidak mencicil keselamatanmu. Dia melunasinya — sepenuhnya, di atas kayu salib.

Jadi mengapa kita masih hidup seolah-olah penerimaan kita di hadapan Tuhan masih dalam proses pembayaran?

Kalau identitasmu dibangun di atas performa, maka setiap kegagalan terasa seperti vonis. Tapi kalau identitasmu dibangun di atas Kristus, maka kegagalan hanyalah proses — bukan penghakiman. Dan justru dari rasa diterima itulah, kita belajar bekerja dengan hati yang lebih utuh, lebih tenang, dan lebih stabil.


Seperti Bahtera Nuh — Biarkan Tuhan yang Mengemudikan

Ps. Irwan juga mengajak jemaat merenungkan kisah Nuh dalam Kejadian 6. Bahtera Nuh tidak memiliki navigasi, kemudi, layar, atau mesin. Itu bukan kelalaian — itu iman. Nuh tidak mengendalikan arah tujuan. Tuhan yang memimpin.

Iman adalah taat, bahkan saat hati penuh tanya. Pekerjaan Tuhan tidak selalu bisa dijelaskan — tapi Dia selalu bisa dipercaya.


Pesan Penutup: Kamu Sudah Diterima

Ps. Irwan menutup dengan pesan yang sederhana namun sangat kuat:

Cicilanmu mungkin tidak akan hilang besok. Kamu tetap harus kerja, tetap harus bayar, tetap harus bertanggung jawab. Tapi ada satu hal yang berubah ketika kamu sungguh-sungguh tinggal di dalam Tuhan Yesus —

Kamu tidak lagi bekerja untuk membeli penerimaan.

Di dalam Kristus, kamu sudah diterima. Dan orang yang sudah diterima, tidak lagi hidup dikejar.

Satu bulan demi satu bulan, kita belajar satu hal yang paling penting: tetap tinggal di dalam Dia.


📖 Bacaan Firman: Yohanes 15:1–8 | Markus 8:36–37 | Lukas 15:13–14 ✍️ Khotbah oleh: Ps. Irwan Hasan 📅 Minggu, 8 Maret 2026 — Gereja YHS Lembah Pujian Manado