Ringkasan khotbah Ps. Irwan Hasan tanggal 22 Februari 2026
Uang: Hamba yang Baik, Tuan yang Kejam
Dalam perjalanan hidup, sering kali kita terjebak dalam pengejaran tanpa akhir demi mencapai “keamanan finansial” atau financial freedom. Namun, firman Tuhan mengingatkan kita bahwa masalah sebenarnya bukanlah pada jumlah uang yang kita miliki, melainkan pada sikap hati kita terhadapnya.
Bahaya “Cinta Uang”
Alkitab dengan tegas memberikan peringatan mengenai relasi kita dengan kekayaan:
-
Akar Kejahatan: Cinta uang adalah akar dari segala kejahatan yang dapat menyesatkan iman dan menyiksa diri dengan penderitaan.
-
Dua Tuan: Kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan; kita tidak bisa menyembah Tuhan sekaligus Mamon (kekayaan).
-
Kesia-siaan: Pecinta uang tidak akan pernah merasa puas dengan penghasilannya.
Uang Sebagai Alat, Bukan Tujuan
Ada sebuah jargon yang mengatakan uang bisa membeli kebahagiaan jika jumlahnya banyak. Namun, realitanya banyak orang yang memiliki segalanya tetap merasa gelisah di malam hari karena “angka” bisa bertambah, tetapi “rasa cukup” tidak otomatis ikut naik.
Ketika uang mulai naik takhta dari sekadar alat menjadi tujuan (Logos), maka uang tersebut akan menjadi tuan atas hidup kita.
Menemukan Makna Sejati (Sang Logos)
Yohanes 1:14 menyatakan bahwa “Firman (Logos) telah menjadi manusia”. Ini mengajarkan kita bahwa:
-
Makna Bukanlah Angka: Makna hidup bukanlah sebuah konsep atau tumpukan harta, melainkan Seseorang, yaitu Yesus Kristus.
-
Keamanan Sejati: Uang mungkin bisa memperindah hidup, namun ia tidak bisa mengalahkan maut. Hanya melalui salib Kristus identitas kita dipulihkan, bukan oleh saldo rekening kita.
-
Diciptakan untuk Kekekalan: Lubang di hati manusia tidak berbentuk uang, melainkan kerinduan akan sesuatu yang lebih besar dari dunia ini—yaitu Tuhan.
Kesimpulan
Bertobat bukan sekadar mengganti target finansial, melainkan menyerahkan “pena” cerita hidup kita kepada Tuhan. Mari bertanya pada diri sendiri: Apakah yang kita cari adalah uang, atau Sang Juruselamat?. Ingatlah, tujuan hidup kita bukanlah untuk memiliki banyak, tetapi untuk dimiliki oleh Dia



