Pada Selasa, 24 Februari 2026, suasana yang berbeda terasa di Lapas Anak Tomohon. Di balik tembok pembinaan dan rutinitas keseharian warga binaan, hadir sebuah perjumpaan sederhana namun penuh makna: Pelayanan Firman dan Doa dari Tim Pelayanan Misi dan Penginjilan Gereja YHS Lembah Pujian Manado.
Kegiatan yang berlangsung pada pukul 13.30 – 14.30 WITA ini menjadi ruang perjumpaan antara kasih Tuhan dan anak-anak binaan, yang rindu dikuatkan, diteguhkan, dan diingatkan bahwa masa depan masih terbentang luas di hadapan mereka.
Firman Tuhan disampaikan dengan penuh kelembutan oleh Silvana P., S.Th, mengalirkan pesan pengharapan dan pemulihan bahwa setiap kehidupan tetap berharga di mata Tuhan, apa pun latar belakang dan masa lalunya. Ibadah dibuka dalam doa yang dipimpin oleh EV. Edo selaku pemimpin pujian, menghadirkan suasana ibadah yang khidmat dan penuh damai.
Yang istimewa, alunan musik dalam ibadah ini dipersembahkan langsung oleh warga binaan Lapas Anak Tomohon, menjadi bukti bahwa talenta dan potensi tetap hidup, bahkan di tempat pembinaan. Ibadah kemudian ditutup dengan doa oleh Pdt. Soriton, menyerahkan setiap anak binaan ke dalam tangan Tuhan agar terus bertumbuh dalam pengharapan yang baru.
Sebagai wujud kasih yang sederhana namun bermakna, tim pelayanan juga berbagi cokelat kepada anak-anak binaan—sebuah simbol bahwa perhatian kecil pun dapat membawa sukacita besar.


Dengan keterlibatan 5 orang tim pelayanan, kegiatan ini bukan sekadar ibadah rutin, tetapi sebuah langkah nyata menghadirkan Injil di tempat yang sering terabaikan, sekaligus menegaskan komitmen Gereja YHS Lembah Pujian Manado untuk terus melayani tanpa sekat.
Kiranya benih firman yang ditaburkan hari itu bertumbuh, berbuah, dan menjadi awal perubahan hidup bagi setiap anak yang dilayani. 🙏✨



